Bangka Selatan Perkuat Perang Lawan TBC dan DBD, Desa Siaga Jadi Garda Terdepan

Ia menjelaskan, selain memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan, kegiatan tersebut juga bertujuan meningkatkan kapasitas dalam penanggulangan TBC berbasis kewilayahan, mulai dari percepatan penemuan kasus, menekan angka penularan, hingga memperluas akses pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat.
Tak hanya berfokus pada TBC, forum tersebut juga menyusun rencana aksi pembentukan Kampung Bebas Jentik berbasis pemberdayaan masyarakat melalui Gerakan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) Mandiri sebagai langkah pencegahan penyebaran DBD.
“Melalui gerakan ini diharapkan masyarakat semakin aktif menjaga kebersihan lingkungan sehingga penyebaran Demam Berdarah Dengue dapat ditekan secara berkelanjutan,” ujar Zamroni.
Ia berharap hasil pertemuan koordinasi tersebut mampu melahirkan langkah-langkah konkret yang dapat diterapkan hingga ke tingkat desa dan kelurahan, khususnya dalam menemukan kasus TBC sejak dini serta memastikan seluruh pasien menjalani pengobatan sampai tuntas.
“Pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Tidak boleh ada pasien TBC yang tidak terdeteksi dan tidak boleh ada pasien yang gagal dalam pengobatan. Mari bekerja dengan data, bekerja dengan hati, dan bekerja secara terintegrasi,” tegasnya.
Pertemuan koordinasi tersebut diikuti berbagai unsur lintas sektor, di antaranya organisasi perangkat daerah (OPD), Kantor Kementerian Agama, TP PKK, BAZNAS, direktur rumah sakit, camat, kepala puskesmas, lurah, hingga kepala desa se-Kabupaten Bangka Selatan. Melalui kolaborasi seluruh pihak, Pemkab Bangka Selatan optimistis target eliminasi TBC dan pengendalian DBD dapat tercapai demi mewujudkan Bangka Selatan yang sehat, tangguh, dan berkualitas.



