Ketum PWI Pusat Kecam Keras dan Minta Polisi Ungkap Pelaku Pengerusakan dan Pencurian di Kantor PWI Babel

JAKARTA, BABELINES.COM — Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, mengecam keras peristiwa pengrusakan dan pencurian yang terjadi di Kantor PWI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Senin (30/3/2026).
Pria yang akrab disapa Cak Munir itu menilai, peristiwa tersebut mengandung sejumlah kejanggalan yang perlu diusut secara mendalam oleh aparat kepolisian.
Menurutnya, barang-barang yang hilang justru memiliki nilai lebih rendah dibandingkan barang lain yang tidak diambil oleh pelaku. Dirinya menduga, tindak pidana tersebut berpotensi memiliki motif lain di luar sekadar pencurian biasa.
“Selaku Ketum PWI Pusat, kami mengecam keras peristiwa ini. Ada sejumlah kejanggalan, seperti barang yang hilang nilainya lebih murah dari yang tidak hilang. Bisa saja ini terkait dengan aktivitas pemberitaan anggota PWI Babel,” ungkap Cak Munir.
Cak Munir berharap pihak kepolisian dapat mengungkap secara menyeluruh pelaku maupun kemungkinan dalang di balik kejadian tersebut. Dan juga mengingatkan seluruh anggota PWI di Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Ini menjadi perhatian bersama. Saya minta seluruh anggota PWI agar lebih berhati-hati dan waspada saat menjalankan tugas,” ucapnya.
Sementara itu, peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh Sekretaris PWI Babel Fakhruddin Halim, pada saat hendak beraktivitas di kantor sekitar pukul 13.00 WIB. Saat tiba di lokasi, ia mendapati pintu depan kantor dalam kondisi terikat dari dalam menggunakan tali plastik.



