
menguatkan langkah saat satu di antara kita goyah,
menjadi cahaya saat gelap hampir menyerah.
Persahabatan ini tumbuh seperti keluarga—
tanpa harus serupa wajah,
tanpa harus satu garis silsilah,
namun sejiwa dalam rasa.
Jika suatu hari jarak memisahkan arah,
ingatlah—kita pernah duduk berdampingan membagi dunia dalam canda dan doa.
Karena sahabat sejati bukan hanya hadir,
ia tinggal— di hati, sebagai keluarga yang kita pilih untuk selamanya.



