Bareskrim Polri Geledah Rumah Bos Aho Hasil Pengembangan Kasus 7,5 Ton Timah Ilegal Selundupkan dari 11 Tersangka ke Malaysia

Ia menjelaskan bahwa, 11 ABK yang telah ditangkap oleh Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) yakni MTA (23), LOM (24), RH (31), Z (50), A (41), B (47), H (53), S (29), J (39), Za (44), dan I (52). Dua orang di antaranya merupakan warga Toboali, Basel.
“Mereka ini ditangkap karena perahu fiberglass yang digunakan tanpa nomor registrasi membawa pasir timah ilegal dari Indonesia ke Malaysia, Mereka ditangkap di perairan Pulau Pemanggil, Johor, Malaysia tanpa dokumen perjalanan dan dokumen terkait barang muatannya. Kesebelas orang ini kemudian dipulangkan ke Indonesia melalui Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center, Kota Batam, Kamis (29/1/2026) lalu,” jelas Brigjen Pol Irhamni.
Brigjen Pol Irhamni mengungkapkan bahwa pengembangan kasus ini merupakan atensi bapak presiden terkait penyelundupan pasir timah kekayaan alam Indonesia yang sering diseludupkan ke Negara Malaysia dan juga negara tetangga lainnya.
“Oleh karena itu, kami Bareskrim Polri bekerjasama dengan Subdit Tipidter Dirkrimsus Polda Babel, dan Menteri dalam negeri untuk mengungkap kasus ini dan mencari pelaku di Babel. Kami datang ke Basel di Pantai Kubu ini juga ditemukan satu perahu sebagai alat angkut yang digunakan untuk membawa pasir timah dari Basel ke Malaysia,” ungkapnya.
“Kapal inilah yang digunakan sebagai alat angkut dari darat ke laut menuju ketengah, untuk menuju kapal lebih besar yang sudah disiapkan tersangka. Kami dari penyidik akan melakukan pengembangan lebih dalam dari mana mereka melakukan penambangan ilegal tersebut. Namun kami kini baru proses penyelidikan terkait dengan alat angkutnya, nanti baru kita proses lebih dalam,” lanjut Brigjen Pol Irhamni.
Brigjen Pol Irhamni membeberkan bahwa selain kapal sebagai barang bukti baru yang sudah diamankan, adaa beberapa alat bukti yang terlebih dahulu diamankan dari negara Malaysia.
“Barang bukti yang berhasil diamankan dari Malaysia penyisihan pasir timah, ada beberapa alat komunikasi untuk kami telusuri melakukan pengejaran pelaku utamanya disini (Red_Basel),” pungkasnya. (CC).



