Jelang Iduladha 1447 H, Pemkab Basel Perkuat Strategi Kendalikan Inflasi dan Jaga Daya Beli Warga

Hefi menjelaskan, tingginya aktivitas masyarakat dan meningkatnya kebutuhan konsumsi selama momentum tersebut turut memengaruhi pergerakan harga pasar di Bangka Selatan.
Memasuki Maret 2026 hingga saat ini, perkembangan harga kembali menunjukkan tren penurunan. Kondisi tersebut dipengaruhi melimpahnya pasokan sejumlah komoditas serta menurunnya permintaan pasar.
“Pada Maret 2026 harga kembali mengalami penurunan dan cenderung terus menurun hingga saat ini. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh melimpahnya pasokan komoditas maupun menurunnya permintaan pasar,” kata Hefi.
Meski terlihat menguntungkan bagi konsumen karena harga kebutuhan menjadi lebih murah, Hefi mengingatkan bahwa penurunan harga yang berlangsung terlalu lama juga dapat berdampak terhadap pendapatan produsen dan petani lokal.
“Meski terlihat positif bagi konsumen karena harga barang menjadi lebih murah, penurunan harga yang berlangsung terlalu lama juga dapat berdampak kurang baik bagi produsen maupun petani karena pendapatan mereka ikut menurun,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Hefi juga memaparkan perkembangan inflasi year on year (YoY) Januari hingga April 2026. Ia menyebut, pada awal tahun Indeks Perkembangan Harga (IPH) Bangka Selatan menunjukkan angka penurunan, sementara Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Kota Pangkalpinang justru mengalami inflasi.
Ia menjelaskan, perbedaan tersebut terjadi karena cakupan perhitungan IPH lebih terbatas dibanding inflasi secara umum. IPH hanya mencakup sebagian kelompok pengeluaran, khususnya makanan dan minuman, sedangkan inflasi dihitung berdasarkan 11 kelompok pengeluaran.
“Hal tersebut terjadi karena perhitungan IPH hanya mencakup sebagian kelompok pengeluaran, khususnya kelompok makanan dan minuman, sedangkan inflasi dihitung lebih luas mencakup 11 kelompok pengeluaran,” terang Hefi.
Melalui High Level Meeting TPID ini, Pemkab Bangka Selatan berharap langkah-langkah strategis pengendalian inflasi dapat berjalan optimal, terutama dalam menjaga kestabilan harga dan ketersediaan pasokan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan kondisi ekonomi daerah tetap stabil. (Cc).



