Jelang Iduladha 1447 H, Pemkab Basel Perkuat Strategi Kendalikan Inflasi dan Jaga Daya Beli Warga

BANGKASELATAN, BABELINES.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan (Basel) terus memperkuat langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Hal itu diwujudkan melalui Rapat Koordinasi High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Ruang Rapat Gunung Namak Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Rabu (20/5/2026).
Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Basel Hefi Nuranda dan dihadiri unsur Forkopimda, kepala OPD di lingkungan Pemkab Basel, instansi vertikal, perangkat daerah terkait, hingga perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergitas antaranggota TPID guna mengantisipasi potensi gejolak harga bahan pokok yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan nasional, khususnya Iduladha.
Selain itu, rapat juga melibatkan sejumlah perangkat daerah yang memiliki keterkaitan langsung dengan pengendalian inflasi daerah. Di antaranya Dinas Pertanian, Pangan, Perikanan, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perhubungan, hingga Badan Pusat Statistik (BPS) Bangka Selatan.
Dalam paparannya, Sekda Basel Hefi Nuranda menyampaikan bahwa perkembangan harga kebutuhan pokok di Bangka Selatan pada awal tahun 2026 mengalami penurunan cukup signifikan dibanding akhir tahun sebelumnya.

Menurut Hefi, kondisi tersebut dipengaruhi tingginya harga bahan pokok pada penghujung tahun 2025 akibat momentum perayaan Natal dan Tahun Baru serta faktor cuaca yang kurang mendukung distribusi pangan.
“Pada awal tahun, perkembangan harga di Basel mengalami penurunan harga bahan pokok yang cukup signifikan. Hal ini tentunya disebabkan harga sudah cukup tinggi pada akhir tahun 2025 akibat perayaan Natal dan Tahun Baru serta kondisi cuaca yang kurang baik,” ujarnya.
Namun demikian, kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Pada Februari 2026, harga sejumlah komoditas kembali mengalami kenaikan akibat berdekatan dengan sejumlah momentum besar seperti tradisi Ruwahan, Tahun Baru Imlek, hingga memasuki Bulan Ramadan.



