MBG Angsana Toboali Jadi Roda Penggerak Ekonomi Baru Bangka Selatan, Pekerjakan Hingga 50 Warga Lokal

“Saya mengingatkan agar seluruh pihak bekerja sama menjaga ketersediaan bahan baku sejak dini. Saya berharap program Makan Bergizi Gratis di Basel dapat berjalan berkesinambungan dan memberikan manfaat nyata bagi para pelajar di seluruh wilayah Basel,” ungkap Debby.
Sementara itu, Pengelola Satuan Pelayanan Pemberian Gizi (SPPG) Angsana Toboali, Ali Muzakir, yang juga anggota DPRD Basel, menjelaskan bahwa pada tahap awal ini MBG Angsana Toboali mendapatkan mandat untuk menyediakan 1.000 porsi makanan bagi peserta didik.
“Distribusi perdana ini difokuskan di SMA Negeri 1 Toboali. Kapasitas layanan akan ditingkatkan pada minggu berikutnya, target peningkatan ini mencapai 2.500 porsi per hari untuk memenuhi kebutuhan penerima manfaat yang lebih luas. Dalam hal ini saya mengapresiasi dukungan penuh dari Pemkab Basel terhadap seluruh mitra BGN. Dukungan tersebut mencakup proses persiapan hingga fasilitasi penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS),” kata Ali Muzakir, Selasa (25/11/2025).
Ali berharap program MBG tidak hanya meningkatkan asupan gizi siswa, tetapi juga memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat sekitar. Pasalnya, seluruh pekerja dapur MBG Angsana Toboali merupakan warga Basel, khususnya Toboali.
“Alhamdulillah MBG Angsana Toboali kita mempekerjakan 50 orang. Sebanyak tiga di antaranya merupakan tenaga yang digaji langsung oleh BGN, yaitu kepala dapur, SPPI, ahli gizi, serta akuntan. Sementara 47 orang lainnya adalah relawan yang bertugas sebagai juru masak, bagian pemorsian, pencucian, hingga distribusi,” harapnya.
Ia mengungkapkan bahwa Dinas Kesehatan Basel sudah melakukan beberapa kali kunjungan untuk memastikan seluruh prosedur BGN dijalankan dengan benar.
“Pemeriksaan mencakup kesiapan sertifikasi halal, kelayakan chef, hingga sertifikasi SLHS. Sehingga kita bisa melakukan pendistribusi MBG perdana ini. Alhamdulillah juga dalam proses peresmian berjalan dengan lancar,” ungkap Ali.
Ia menambahkan, walaupun mengalami sedikit kendala adanya gangguan listrik singkat yang terjadi saat kegiatan berlangsung.
“Meski demikian, kami memastikan kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi pihaknya agar distribusi MBG ke depan dapat berjalan lebih optimal tanpa hambatan teknis,” pungkasnya. (AC).



