Jannah Theme License is not validated, Go to the theme options page to validate the license, You need a single license for each domain name.
Bangka SelatanBerita

MBG Angsana Toboali Jadi Roda Penggerak Ekonomi Baru Bangka Selatan, Pekerjakan Hingga 50 Warga Lokal

BANGKA SELATAN, BABELINES.COM – Mitra Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Makan Bergizi Gratis (MBG) Angsana Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), resmi memulai distribusi perdana makan siang dan sarapan gratis Program MBG Presiden Probowo Subianto kepada para penerima manfaat yang ada, di sekolah-sekolah, di Kecamatan Toboali.

Pendistribusi perdana, Senin 24 November 2025 ini secara langsung diresmikan oleh Wakil Bupati Basel Debby Vita Dewi, dan dihadiri langsung juga pengelola Satuan Pelayanan Pemberian Gizi (SPPG) Angsana Toboali, Ali Muzakir, Forkopimda dan tamu undangan lainnya

Wakil Bupati Basel Debby Vita Dewi mengatakan bahwa pengoperasian SPPG Angsana ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat penyediaan makanan bergizi bagi para pelajar. Kehadiran sentra produksi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi anak sekolah.

 

“Dengan mulai beroperasinya fasilitas ini pemerintah daerah optimistis pelaksanaan Program MBG dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Pemerintah daerah menaruh harapan distribusi makanan bergizi kepada pelajar dapat memberikan dampak yang signifikan bagi para penerima manfaatnya,” kata Wakil Bupati Basel Debby Vita Dewi, di Toboali, Selasa (25/11/2025).

Baca juga  Wakil Bupati Debby Vita Dewi Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya ASN Nahkoda Dishub Bangka Selatan

Selain itu, Debby memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam mewujudkan pengoperasian perdana SPPG Angsana, dalam pelaksanaannya pihak distribusi perdana MBG kepada pelajar di SMA Negeri 1 Toboali.

“Saya menilai Program MBG tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi pelajar, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Program ini membuka lapangan kerja dan memberdayakan pelaku usaha lokal. Keberhasilan pelaksanaan program sangat dipengaruhi ketersediaan bahan baku yang stabil,” ucapnya.

Ia meminta seluruh pemangku kepentingan memastikan rantai pasok aman dan berkelanjutan. Seluruh SPPG di Basel harus mampu beroperasi secara mandiri tanpa mengandalkan pasokan bahan baku dari luar daerah. Hal ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan program. Pemda Basel juga diminta memastikan kesiapan produksi dan distribusi agar pelaksanaan program tidak terganggu.

1 2Laman berikutnya

Related Articles

error: Content is protected !!