Jannah Theme License is not validated, Go to the theme options page to validate the license, You need a single license for each domain name.
Bangka SelatanBerita

Wartawan Basel Diintimidasi Akun Misterius Usai Bongkar Kebun Sawit di Dekat Embung Pergam

Peristiwa ini terjadi di tengah sengitnya konflik agraria di Desa Pergam. Warga menyoroti kebun sawit yang tumbuh tepat di dekat embung penampungan air persawahan, sumber utama pengairan sawah bagi Desa Pergam dan Serdang.

Dalam verifikasi lapangan yang dilakukan Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial (PKS) Bangka Selatan, warga dengan nada keras menuntut pemerintah daerah bertindak tegas.

“Satu lagi, Pak, sawit yang ada di dekat embung itu tolong ditindak. Negara sudah keluar banyak uang bangun embung untuk pengairan sawah. Tapi kalau di sekitar embung masih ada sawit, percuma dibangun Pak. Karena embung itu dibangun untuk pengairan sawah, bukan sawit,” ujar salah seorang warga.

Warga mendesak pemerintah daerah untuk segera menetapkan seluruh kawasan rawa-rawa atau lelap di Desa Pergam, termasuk area di sekitar embung pengairan persawahan, sebagai daerah resapan air yang dilindungi.

Baca juga  Konferkab PWI Basel 2026 Segera Dimulai, Tiga Kandidat Siap Rebut Kursi Ketua 

“Jangan cuma ribut soal Aik Kemis terus. Di embung itu jelas-jelas ada sawit tumbuh subur, dan jaraknya hanya beberapa meter dari sumber air. Percuma negara keluar uang banyak kalau sawitnya dibiarkan. Jadi kami minta itu segera ditetapkan sebagai daerah kawasan resapan air,” tegas warga.

Ironisnya, kelompok yang paling vokal menuding pihak lain merusak daerah resapan air justru diduga memiliki kebun sawit di area kritis tersebut, menimbulkan dugaan kuat bahwa ancaman akun fake yang mengarah pada santet adalah bagian dari tekanan kelompok yang sama.

Kejadian ancaman terhadap wartawan ini menegaskan betapa panasnya persaingan kepentingan di Desa Pergam, sekaligus menambah panjang daftar risiko yang dihadapi jurnalis di lapangan, terutama ketika mengungkap isu sensitif terkait lingkungan dan konflik agraria.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak terkait masih dalam upaya konfirmasi. (AC).

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!