Bangka SelatanBeritaKesehatan

Alarm Kesehatan Bangka Selatan! Kematian Ibu dan Bayi Meningkat, DKPPKB Perkuat Gerakan Bumil Sehat

BANGKASELATAN, BABELINES.COM – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan mencatat peningkatan angka kematian ibu dan bayi pada Semester I Tahun 2026.

Tercatat sebanyak lima kasus kematian ibu dan 13 kasus kematian bayi, sehingga menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk memperkuat langkah pencegahan sejak masa kehamilan.

Kepala DKPPKB Kabupaten Bangka Selatan, dr. Agus Pranawa, mengatakan jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang mencatat dua kasus kematian ibu dan delapan kasus kematian bayi.

Kondisi tersebut menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan agar lebih serius meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Pernyataan itu disampaikan dr. Agus saat membuka kegiatan Penggerakan Bumil Sehat Tahun 2026 yang digelar di Halaman Kantor Kelurahan Teladan, Kecamatan Toboali, Senin (6/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi percepatan penurunan stunting sekaligus menekan angka kematian ibu dan bayi di Bangka Selatan.

Baca juga  Respons Cepat Pemerintah: Kerusakan Pelabuhan Kelapan Masuk Agenda Prioritas Perbaikan

Menurutnya, Gerakan Bumil Sehat merupakan upaya promotif dan preventif untuk memastikan setiap ibu hamil memperoleh pengetahuan yang memadai serta pelayanan kesehatan yang optimal selama masa kehamilan. Langkah tersebut juga menjadi bagian penting dalam mencegah stunting sejak bayi masih berada dalam kandungan.

“Data kematian ibu dan bayi ini tentu menjadi perhatian serius bagi kita semua. Karena itu, Penggerakan Bumil Sehat dilaksanakan sebagai langkah nyata untuk menurunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi, sekaligus menekan prevalensi stunting di Bangka Selatan,” ujar dr. Agus.

1 2Laman berikutnya

Related Articles