Bangka SelatanBeritaKesehatan

Alarm Kesehatan Bangka Selatan! Kematian Ibu dan Bayi Meningkat, DKPPKB Perkuat Gerakan Bumil Sehat

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program percepatan penurunan stunting yang dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut oleh DKPPKB Bangka Selatan.
Pada hari pertama dilaksanakan Penggerakan Bumil Sehat, kemudian dilanjutkan dengan Penggerakan Cegah Stunting pada Selasa (7/7/2026), dan ditutup melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) pada Rabu (8/7/2026).

Menurut dr. Agus, rangkaian kegiatan tersebut dirancang sebagai bentuk intervensi berkelanjutan pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, sekaligus mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Bangka Selatan.

Ia menegaskan, percepatan penurunan angka kematian ibu dan prevalensi balita stunting harus dimulai sejak masa kehamilan melalui peningkatan kualitas pelayanan antenatal care atau pemeriksaan kehamilan secara berkala.

Kebijakan tersebut, lanjutnya, sejalan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 Tahun 2021 yang mengatur pelayanan kesehatan secara menyeluruh, mulai dari masa sebelum hamil, selama kehamilan, proses persalinan, hingga setelah melahirkan.

Baca juga  Satresnarkoba Polres Basel Bongkar Jaringan Sabu, Tiga Bandar Diciduk di Dua Lokasi Bersama 5,90 dan 0,53 Gram Sabu Siap Edar

Selain itu, pemerintah juga mendorong seluruh ibu hamil mengikuti kelas ibu hamil sedikitnya empat kali. Salah satu pertemuan diharapkan dihadiri oleh suami agar keluarga memahami tanda bahaya kehamilan serta mampu memberikan dukungan maksimal selama proses kehamilan hingga persalinan.

Tak hanya itu, dr. Agus mengingatkan bahwa setiap ibu hamil kini dianjurkan menjalani pemeriksaan kehamilan minimal enam kali sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dengan dua kali pemeriksaan wajib menggunakan layanan ultrasonografi (USG) untuk memantau kondisi ibu dan perkembangan janin secara optimal.

“Melalui pemeriksaan yang rutin dan berkualitas, diharapkan risiko komplikasi dapat dideteksi lebih dini sehingga keselamatan ibu dan bayi dapat lebih terjamin,” pungkasnya. (CC)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles