Harga Sawit Timpang, DPRD Basel Bergerak! Komisi II Desak Solusi Cepat Demi Selamatkan Kesejahteraan Petani

BANGKASELATAN, BABELINES.COM – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) menyoroti serius polemik perbedaan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang dinilai masih timpang dibandingkan dengan harga di wilayah Pulau Sumatera.
Atensi tersebut disampaikan langsung Ketua Komisi ll DPRD Basel Hendri dari Fraksi pantai Demokrat dalam sela rapat kerja bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait pembahasan LKPJ Bupati Tahun 2025.
Ketua Komisi ll DPRD Basel Hendri meminta dinas terkait untuk dapat segera melakukan komunikasi intensif dengan perusahaan Crude Palm Oil (CPO) serta pemerintah provinsi guna mencari solusi atas persoalan tersebut.
“Ketimpangan harga TBS ini menjadi keluhan langsung dari para petani kelapa sawit yang ada di Basel. Pasalnya, biaya perawatan kebun seperti pupuk terus mengalami kenaikan, sementara harga jual hasil panen belum juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Ini yang menjadi perhatian serius kami, karena berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani,” ungkap Hendri, Kamis (23/4/2026).
Hendri menjelaskan, pihaknya bersama dinas terkait telah melakukan pembahasan dan juga pengumpulan data dan informasi sebagai bahan kajian. Hasil kajian tersebut akan segera disampaikan kepada pimpinan DPRD sebagai bentuk rekomendasi yang bersifat strategis dan mendesak.
“Berdasarkan data per Kamis 23 April 2026, harga TBS kelapa sawit disejumlah perusahaan CPO di Basel berada di kisaran Rp2.900 hingga Rp3.000 per kilogram,” jelasnya.



