KONI Basel Gelar Rakerkab, Bentuk Transparansi Anggaran hingga Pematangan Seleksi Atlet Porprov 2026

BANGKASELATAN, BABELINES.COM – Empat bulan setelah resmi dilantik, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bangka Selatan menggelar Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) perdana bersama seluruh cabang olahraga (Cabor), di Aula Sekretariat KONI Bangka Selatan, Senin (22/12/2025),
Forum tersebut menjadi momentum awal konsolidasi organisasi dengan pengurus Cabor sekaligus penentu arah pembinaan dan kesepakatan petunjuk teknis dalam seleksi atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bangka Belitung 2026.
Rakerkab tersebut juga dihadiri jajaran pengurus KONI Basel, perwakilan KONI Provinsi Bangka Belitung, Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (DPKO) Bangka Selatan, serta seluruh pengurus cabor yang diproyeksikan tampil pada Porprov 2026 di Kota Pangkalpinang.
Ketua Umum KONI Basel, Andri Fahrial, menegaskan Rakerkab ini sengaja digelar setelah kepengurusan berjalan selama beberapa bulan agar seluruh program dan penggunaan anggaran dapat dipaparkan secara terbuka kepada cabor.
“Rakerkab ini kami laksanakan sebagai bentuk keterbukaan. Kami ingin semua cabor mengetahui secara jelas kondisi anggaran, program kerja, serta mekanisme seleksi dan penjaringan atlet menuju Porprov 2026. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.
Ia juga memaparkan bahwa alokasi hibah Pemkab Basel tahun 2026 sebesar Rp2,4 miliar akan difokuskan untuk operasional KONI, persiapan Porprov, serta pembinaan atlet dan pelatih. Besaran dari anggaran tersebut masih jauh dari ideal, namun harus dikelola secara efektif dan bertanggung jawab.
“Kami sadar anggaran ini minim, jauh dari harapan. Tapi dengan kondisi keuangan daerah saat ini, kita harus realistis. Dengan harapan, keterbatasan ini tidak mengurangi semangat cabor untuk menyiapkan atlet-atlet terbaik mereka,” ucap Andri.
Andri juga menaruh harapan besar agar Basel mampu lepas dari posisi juru kunci pada Porprov 2026 mendatang. Bagi dirinya seleksi atlet harus dilakukan secara objektif dan berbasis prestasi, bukan sekadar formalitas.
“Kita ingin atlet yang dikirim benar-benar siap dan berprestasi. Target kita jelas, Bangka Selatan harus bangkit dan tidak lagi menjadi juru kunci,” harapnya.



