Konflik Lahan di Desa Pergam Diduga Sarat Kepentingan, Banyak Pembeli tapi Hanya Iskandar yang Diserang, Ada Apa?

TOBOALI, BABELINES.COM – Konflik lahan di Desa Pergam, Kecamatan Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan, kembali mencuat dengan dugaan adanya kepentingan pribadi dan kelompok tertentu di balik isu sarah yang terjadi saat ini.
Pasalnya, meski terdapat banyak pihak yang disebut membeli dan membuka lahan untuk perkebunan diduga perkebunan sawit di daerah tersebut, hanya satu nama yang terus disorot dan diserang oleh kelompok masyarakat tertentu di Desa Pergam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun menyebutkan sedikitnya kurang lebih ada sekitar 10 pengusaha yang telah membeli dan membuka lahan di kawasan Desa Pergam, termasuk di wilayah rawa yang berfungsi sebagai daerah resapan air.
Namun, kelompok masyarakat yang dikenal vokal, yakni Sandi Cs, dinilai hanya saja menggiring opini publik untuk menuding satu pihak Iskandar sebagai penyebab utama kerusakan lingkungan di kawasan tersebut.
Padahal, berdasarkan temuan di lapangan, terdapat banyak pihak lain yang juga diduga ikut melakukan aktivitas serupa, baik pembelian maupun pembukaan lahan untuk perkebunan sawit.
Salah satu warga yang mengetahui aktivitas jual beli lahan membenarkan bahwa pembeli lahan di kawasan Desa Pergam bukan hanya satu orang.
“Banyak yang beli, lebih dari satu,” kata warga warga yang enggan disebutkan namanya, saat berkomunikasi dengan Tim media, Jumat (7/11/2025).
Warga tersebut mengaku pernah diajak mengurus administrasi pembukaan lahan di kawasan rawa Aik Kelaban, namun rencana itu batal, dikarenakan tidak mendapat izin dari pemerintah desa.
“Kami bubar karena pihak desa tidak beri izin,” ungkapnya.



