Investasi Sawit Rp1,4 Triliun Masuk Bangka Selatan bersama Lowongan Pekerjaan, Tahun 2027 Bakal Miliki 11 Pabrik CPO

Kelima perusahaan tersebut yakni PT Bangka Palma Persada di Desa Ranggung, PT Bangka Sawit Makmur di Desa Bencah, PT Bumi Rahman Persada di Desa Delas, PT Bukit Palma Prima di Desa Nangka, serta PT Sawit Malik Makmur di Desa Malik.
Dengan beroperasinya enam pabrik baru tersebut, jumlah pabrik pengolahan CPO di Bangka Selatan akan meningkat menjadi 11 unit. Saat ini, telah beroperasi lima pabrik, yakni PT Bumi Sawit Sukses Pratama (BSSP), PT Tama Buana Jaya (TBJ), PT Mentari Sawit Makmur, PT Bangka Agro Plantari (BAP), dan PT Bhumi Palmindo Kencana.
Menurut Kartikasari, bertambahnya jumlah pabrik akan menciptakan persaingan yang sehat dalam pembelian TBS petani sehingga harga jual sawit berpotensi meningkat.
“Kondisi ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama para petani yang selama ini menggantungkan penghasilan dari sektor perkebunan kelapa sawit,” ujarnya.
Di sisi lain, investasi di sektor industri sawit juga diproyeksikan memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), baik melalui sektor perizinan, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), maupun aktivitas ekonomi turunan lainnya.
Kartikasari menambahkan, setiap pabrik pengolahan sawit rata-rata mampu menyerap lebih dari 80 tenaga kerja, dengan mayoritas berasal dari masyarakat sekitar. Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan optimistis bertambahnya investasi dan beroperasinya 11 pabrik CPO pada 2027 akan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan di kabupaten yang kini memiliki 23 perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut.



