Menu Bukan Hanya Sekadar Ubi, Kepala SPPG Angsana Toboali Paparkan Konsep MBG Aslinya

Tidak hanya itu, Julistin juga menerangkan bahwa hal ini jika dibandingkan, kandungan energi roti lebih rendah, sekitar 50 persen lebih kecil.
“Oleh karena itu kami memilih ubi ungu agar kebutuhan gizi harian anak-anak tetap terpenuhi. Selain faktor gizi, pemilihan ubi ungu juga bertujuan untuk mengenalkan makanan berbasis kearifan lokal kepada para siswa. Umbi-umbian dinilai sebagai pangan daerah yang sehat dan mudah diperoleh, ” ungkapnya.
Ia menjelaskan juga bahwa program MBG sendiri membagi porsi makanan ke dalam dua kategori, yakni porsi besar dan porsi kecil, sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.
“Untuk porsi besar, kandungan gizi yang disediakan meliputi energi 406 kilokalori, protein 11 gram, lemak 7 gram, karbohidrat 80 gram, serta serat 8 gram. Sementara itu, porsi kecil mengandung energi 285 kilokalori, protein 9 gram, lemak 7 gram, karbohidrat 50 gram, dan serat 5 gram, ” jelas Julistin.
“Dari sisi anggaran, Julistin memaparkan bahwa total dana per porsi MBG sebesar Rp15.000. Dana tersebut dibagi menjadi Rp10.000 untuk biaya bahan makanan dan Rp5.000 untuk biaya operasional. Untuk menu porsi besar, biaya bahan baku Rp10.000 tersebut dialokasikan untuk ubi ungu sebesar Rp4.000, susu Rp3.000, dan kurma Rp2.500, ” tambah Julistin.
Julistin berharap masyarakat dapat memahami bahwa setiap menu MBG telah melalui perhitungan gizi dan anggaran yang matang demi kepentingan kesehatan anak-anak.
“Kami akan terus berupaya memberikan yang terbaik bagi penerima manfaat dan melakukan perbaikan ke depan. Kami juga berharap informasi yang dibagikan ke publik bisa lebih utuh agar tidak menimbulkan salah paham,” pungkasnya. (Rilis).



