Desa Penutuk Jadi Episentrum TMMD 2026, TNI–Pemda Basel Satukan Kekuatan Bangun Desa

“Penyuluhan tersebut meliputi pencegahan
stunting, peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat dan lingkungan, serta juga pemasyarakatan teknologi tepat guna.
TMMD juga menggelar penyuluhan untuk menggelorakan kembali budaya gotong royong, penyuluhan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), penyuluhan posyandu, serta penyuluhan Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM),” lanjutnya.
Ia mengungkapkan, kegiatan TMMD ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pendekatan sosial melalui edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat.
“Kegiatan program TMMD di Desa Penutuk dijadwalkan berlangsung selama satu bulan, terhitung mulai 10 Februari hingga 11 Maret 2026,” ungkap Hefi.
Hefi menegaskan bahwa keharmonisan dan kebersamaan antara TNI dan rakyat merupakan pilar penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Nilai-nilai kemanunggalan tersebut menjadi kekuatan besar dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa, mulai dari kemiskinan, pengangguran, hingga pembangunan sumber daya manusia,” tegas dia.
Ia berharap, hubungan harmonis dan kekompakan antara TNI dan masyarakat Desa Penutuk dapat terus terjaga meskipun program TMMD telah selesai dilaksanakan.
“Jangan sampai keharmonisan ini pudar. Kebersamaan TNI dan rakyat harus terus dipupuk demi kemajuan desa dan daerah,” pungkasnya. (CC).



