Jannah Theme License is not validated, Go to the theme options page to validate the license, You need a single license for each domain name.
Bangka SelatanBerita

Nama Baik Terasi Toboali Dipertaruhkan, Wakil Ketua DPRD Rusi Sartono Datangi BPOM, Minta Penjelasan Produk Asli Daerah Atau Luar

PANGKALPINANG, BABELINES.COM – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Rusi Sartono, mendatangi Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pangkalpinang, Rabu (27/11/2025) siang.

Kedatangan Rusi Sartono dilakukan untuk meminta penjelasan resmi terkait dengan temuan produk pangan jenis terasi atau belacan yang disebut mengandung bahan berbahaya Rhodamin B dan boraks.

Menurut, Wakil Ketua DPRD Basel Rusi Sartono bahwa langkah wakil rakyat Basel Rusi Sartono ini merupakan respons atas publikasi salah satu media yang mengutip hasil uji sampel BPOM Pangkalpinang.

“Pemberitaan ini diduga telah mengaitkan temuan produk berbahaya dengan terasi atau belacan yang berasal dari Toboali, sehingga menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat maupun pelaku usaha lokal. Informasi yang berkembang di publik telah menimbulkan kegelisahan, terutama bagi para pengerajin terasi di Basel,” kata dia.

Baca juga  Guru : Mereka yang Merubah Gelap Menjadi Terang

Ia menerangkan, saat ini citra kuliner khas daerah menjadi terganggu akibat stepmen yang dianggap berpotensi menyesatkan masyarakat dari hasil uji dari pihak BPOM Pangkalpinang kemarin. Sepengatahuan kami terasi atau belacan ini ada dua jenis produksi ada yang dari luar daerah dan ada yang dari asli Basel yang tentunya berbeda pembuatan.

“Hasil dari uji pihak BPOM Pangkalpinang harus detail jika ingin mengumumkannya, apakah itu terasi asli Toboali atau terasi luar yang dijual di Toboali Basel. Sebab, baik dari Pemerintah daerah mau6 DPRD memiliki tanggung jawab untuk melindungi pelaku usaha kecil dari dampak negatif informasi yang tidak akurat. Karena itu, saya datang langsung ke BPOM untuk mendapatkan klarifikasi terkait sumber sampel, lokasi pengambilan, serta detail identifikasi produk yang dinyatakan mengandung bahan berbahaya,” terang Rusi.

1 2Laman berikutnya

Related Articles

error: Content is protected !!