Riset dan Kolaborasi: Basel Mantapkan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Batu Betumpang

Gatot menerangkan, melalui pelaksanaan FGD, seluruh peserta dapat memberikan masukan dengan konstruktif berdasarkan hasil temuan lapangan. Palin pentingnya pemetaan potensi ekonomi lokal dan penyusunan strategi yang tepat terhadap komoditas unggulan.
“Kami sangat optimistis kegiatan ini akan menghasilkan inovasi dan rekomendasi yang relevan untuk pengembangan kawasan transmigrasi Batu Betumpang. Saya menilai riset dan pemetaan potensi ekonomi yang dilakukan dapat menjadi jembatan antara kondisi lapangan dengan arah kebijakan pemerintah,” terangnya.
Kegiatan FGD kemudian dilanjutkan dengan pemaparan hasil sementara riset dari Tim Output A dan B. Para peserta dari perangkat daerah, akademisi, dan juga pemangku kepentingan terkait turut memberikan masukan dalam sesi diskusi.
Kegiatan tersebut ditutup dengan rangkuman rekomendasi awal yang akan menjadi dasar penyusunan dokumen strategi pengembangan kawasan transmigrasi Batu Betumpang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Basel.
Hasil kajian program ini diharapkan menjadi dasar perencanaan dan pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemajuan daerah. (AC).



