Jannah Theme License is not validated, Go to the theme options page to validate the license, You need a single license for each domain name.
Bangka SelatanBerita

Waspada! Ratusan Kasus DBD dan DD Serang Bangka Selatan, Toboali Jadi Titik Tertinggi!

TOBOALI, BABELINES.COM – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan (Basel), mencatat sebanyak 153 kasus penyakit Demam Dengue (DD), dan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi di wilayah Kabupaten Bangka Selatan.

“Ratusan pesien yang terpapar penyakit DD dan DBD tersebut diperoleh berdasarkan laporan dari sejumlah puskesmas di wilayah Basel, yang terhitung sejak Januari hingga 29 September 2025,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKPPKB Basel, Slamet Wahidin, di Kantor DKPPKB Basel, Rabu (29/10/2025).

Slamet juga mengungkapkan bahwa dari ratusan jumlah pasien yang terpapar, satu pasien dinyatakan meninggal dunia akibat penyakit DBD. Dalam kasus DD dan DBD ini yang tertinggi tercatat di wilayah kerja Puskesmas Toboali dengan jumlah 74 pasien.

“Selain Puskesmas Toboali, ada beberapa wilayah lain juga mencatat kasus DBD dan DD, seperti Puskesmas Air Gegas 31 kasus, Payung 20 kasus, Air Bara 12 kasus, Tanjung Labu 9 kasus, Rias 2 kasus, Tiram 4 kasus, dan Pongok 1 kasus,” ungkapnya.

Baca juga  Perkuat Solidaritas Kemanusiaan, PMI Basel Ikut Rayakan HUT PGRI, KORPRI, dan HGN Dengan Aksi Donor Darah

Menurutnya, DBD dan DD memiliki gejala yang mirip namun berbeda dari tingkat keparahannya. Penyakit DD umumnya ditandai dengan demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, serta penurunan kadar trombosit, namun kondisi pasien biasanya membaik setelah hari ketiga atau keempat.

“Sementara, DBD memiliki gejala lebih berat, di antaranya demam tinggi mendadak, nyeri kepala, nyeri di belakang bola mata, nyeri perut, muncul ruam kemerahan di kulit, dan penurunan trombosit serta leukosit,” terang Slamet.

“Dalam beberapa kasus terjadi peningkatan hematokrit hingga 20 persen dari batas normal. Pendarahan pada jaringan lunak seperti hidung, mulut, dan gusi juga bisa terjadi. Jika kondisi memburuk hingga terjadi kebocoran plasma, pasien dapat mengalami syok,” lanjutnya.

1 2Laman berikutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!