Pengembangan Kasus 7,5 Ton Timah Ilegal Selundupan ke Malaysia! Rumah Asui Bos Timah Toboali Basel Digrebek Tim Gabungan Bareskrim Polri

BANGKASELATAN, BABELINES.COM – Bareskrim Polri bersama Subdit Tipidter Dirkrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), kembali melakukan pengembangan kasus tindak pidana penambangan dan pengangkutan (Penyelundupan) pasir timah ilegal sebanyak 7,5 ton ke negara Malaysia, Minggu (22/2/2026).
Pengembangan kasus tersebut merupakan hasil dari penangkapan terhadap 11 Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia oleh Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) pada Oktober 2025, kemudian dideportasi ke Indonesia melalui Kepri pada Kamis 29 Januari 2026, yang diantaranya ada 2 orang tersangka inisial D dan J dari Kabupaten Bangka Selatan (Basel).
Dalam proses pengembangan ke Basel. Direktur Dittipidter Bareskrim Polri, Brigjen Pol Irhamni didampingi Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Babel, Kapolres Basel AKBP Agus Arif Wijayanto dan para personel gabungan melakukan pengerbekan rumah yang kerap sehari hari, di sapa Asui yang merupakan bos pasir timah yang ternama di Desa Kaposang Toboali.
“Kegiatan pengeledahan di rumah inisial AS ini yang diduga sebagai pendana ataupun yang juga mempunyai pasir timah ilegal tersebut,” kata Direktur Dittipidter Bareskrim Polri, Brigjen Pol Irhamni.
Brigjen Pol Irhamni menyebutkan bahwa dari hasil pengeledahan tersebut sejumlah asek berharga milik dari Bos Asui seperti 1 unit mobil sport Mustang berwarna orange, 1 unit mobil pickup, sudah dipasang police line. Bahkan sejumlah dokumen-dokumen penting, serta sejumlah brankas yang masih dalam proses pembukaan triut diamankan yang sudah dalam tahap penyitaan barang bukti.
“Kita juga melakukan pengembangan ke gudang para tersangka melakukan proses persiapan dari penyelundupan pasir timah ilegal, yang berjarak kurang lebih 500 meter dari rumah inisial AS ini. Ditempat kita juga menemukan 1 unit mobil dump truck, 1 unit alat berat Excavator Kobelco dan gudang penggorengan pasir timah yang kita pasang police line untuk kita amankan,” sebut dia.



